Sepeda Fixie hobi atau hanya fashion ?


Siapa yang tidak kenal dengan sepeda Fixie, sepeda dengan fix gear dan memiliki warna warni yang mencolok mata.

Image

Sepeda Fixie pernah menjamur dikalangan anak muda tidak terkecuali kaum hawa. dan memiliki sejarah yang unik, para kurir di Amerika memiliki tugas mengirimkan dokumen sebelum telepon genggam dan internet belum mewabah. Keberadaan mereka menjadi sangat vital dalam mengirim dokumen. Beberapa kurir imigran yang berasal dri Jamaika yang memiliki latar belakang sebagai atlit track bike atau fixed gear kemudian menjadikan sepeda ini sebagai alternativ mengantar surat, selain sepeda ini mempunyai tampilan yang sederhana resiko kerusakan pun lebih kecil dibanding dengan sepeda lainnya.

Sepeda ini tidak memiliki rem dan sistem pemindahan gigi sehingga cukup simpel dan sederhana. Jelas hal ini menjadi fenomena yang menarik, dan menjadi semacam gaya hidup, atau hanyalah trend yang sementara saja? Banyak orang beranggapan bahwa memiliki sepeda fixie tujuannya bukan untuk bersepeda dan berolah raga, tapi semata hanya untuk penampilan atau fashion. Sepeda fixie memang sekarang gaungnya sudah terkalahkan oleh sepeda gunung atau MTB, mungkin alasan yang masuk akal apabila dilihat dari segi peruntukannya. Fixie hanya bisa dipakai ditempat atau jalan yang rata yang biasanya hanya ada diseputaran kota  atau komplek perumahan saja, sementara sepeda gunung hampir bisa dipastikan tidak mempunyai batasan untuk menggunakannya, bisa di aspal, tanah, pantai, gunung dll nya.

Semoga fenomena fixie ini tidak berhenti hanya sebagai trend fashion semata, semoga bisa berlanjut menjadi sebuah alat transportasi dan gaya hidup yang menyehatkan.

Salam gowes

Advertisements

Sejarah sepeda Downhill


Sejarah

Sekitar tahun 70-an, beberapa bukit di Utara San Francisco, Amerika Serikat, selalu diramaikan dengan raungan sepeda motor. Sejumlah remaja memilih lereng gunung sebagai arena kebut-kebutan. Salah satu tempat favorit mereka adalah Mount Tamalpais.Bagi para pengebut ini, kenikmatan yang diperoleh saat melaju menuruni lereng bukit berbeda dengan saat berpacu di sirkuit motor. Semakin hari penggemar kebut lereng ini semakin banyak. Pemerintah setempat mulai cemas, karena selain menimbulkan kebisingan, kegiatan ini juga menyebabkan erosi dan merusak persediaan air tanah di perbukitan itu. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, akhirnya pemerintah San Francisco melarang kegiatan kebut lereng ini. Larangan itulah yang kemudian menjadi cikal bakal olah raga sepeda gunung atau mountain bike.

Image

Karena sudah terlanjur ketagihan, para pengebut ini mencari jalan lain agar tetap bisa meluncur menuruni bukit, tanpa harus melanggar larangan pemerintah setempat. Akhirnya mereka memilih sepeda. Untuk menghemat waktu dan supaya tidak terlalu meletihkan, ketika menaiki bukit sepeda diangkut dengan mobil pick-up atau truck. Dari puncak bukit, sepeda kemudian ditunggangi menuruni bukit melalui medan yang unik dan mengasyikan. Kegiatan semacam ini mereka namakan downhill (turun bukit). Pada awalnya berbagai macam sepeda diikutsertakan, tetapi karena medannya cukup berat, banyak sepeda yang menjadi korban dan hancur, sehingga tidak bisa dipakai lagi. Sepeda yang cocok untuk kegiatan semacam ini adalah sepeda yang kuat dan memiliki tapak ban yang lebih lebar dibandingkan ban sepeda biasa. Satu-satunya sepeda yang memenuhi persyaratan itu adalah sepeda Schwinn Excelsior. Sepeda yang sebenarnya sudah diproduksi sejak tahun 1933 ini menggunakan konstruksi yang sederhana tapi kokoh penampilannya. Perancangnya adalah Ignaz Schwinn, seorang imigran dari Jerman. Desainnya yang sederhana sangat disukai oleh para loper koran. Pada saat itu, hampir semua loper koran di Amerika menggunakan sepeda Schwinn.

Image

Kemudian bermunculan sepeda-sepeda yang lebih canggih, menawarkan gigi percepatan dan body yang lebih ringan. Excelsior mulai tergeser. Anak-anak muda lebih menyukai sepeda BMX dan semacamnya. Tahun 1941, produksi Excelsior dihentikan. Setengah abad kemudian, sepeda Excelsior mulai dilirik kembali. Tetapi muncul masalah, ketika menuruni bukit, rem Excelsior sering mengalami over heating. Pemilik sepeda harus membuka rumah rem dan mengganti gemuk / stempet yang sudah mencair dengan yang baru. Masalah lain, banyak para pesepeda merasa bukan pesepeda sejati dan kurang sreg dengan pengangkutan sepeda menggunakan kendaraan lain ke atas bukit. Gary Fischer, seorang pesepeda downhill mania, kemudian memasang gigi percepatan, sehingga sepedanya bisa naik ke atas bukit tanpa harus menggunakan kendaraan lain. Downhill mania lainnya, Joe Breeze dari California, merancang body sepeda khusus untuk naik turun gunung. Dua pesepeda inilah yang melahirkan sepeda gunung generasi pertama.

XC Palintang Ortap Tamiya


Sungguh banyak trek yang menarik di kawasan Bandung, diantaranya trek daerah palintang. Biasa goweser start dari pasar Ujung Berung, kurang lebih 7 km menanjak disuguhi jalan aspal desa yang kondisinya banyak berlobang. Tapi bagi goweser tidak menjadi halangan hal yang demikian.

Untuk mempersingkat waktu biasanya banyak juga yang diloding menuju palintang, karena mengingat trek yang akan dilalui lumayan jauh dan banyak menyita waktu.

Photo 2354

Photo 2357

Nah, beres unloding barulah dimulai XC yang sebenarnya. Tujuan yang akan ditempuh adalah trek XC oraytapa, tapi kita kadang kadang harus berbagi jalan di trek yang sempit dengan pengendara motor trail….ga masalah yang penting tetap akur 🙂

522270_4130424295888_1491061385_n

554197_4130418335739_26760319_n

Setelah mengayuh sepeda yang cukup melelahkan kita bisa istirahat sejenak di daerah persimpangan antara arah ke puncak Palasari dan arah ke Oraytapa, biasa goweser menyempatkan diri untuk makan/minum dan tentunya buat foto foto dulu.

Photo 2328

DSC000340

Photo 2358

Photo 2359

Perjalanan ke Oraytapa belum berakhir, perjalanan dilanjutkan……sampai akhirnya tiba di tempat yang dinantikan (karena disini ada warung yang menjual nasi dan lauknya), ditempat ini pula tempat istirahat dan berkumpulnya rekan kita dari motor trail, setelah sampai ga perlu menunggu lama maka kita memesan makanan dan minuman.

Photo 2362

44183_4130426055932_1385695160_n

Photo 2332Photo 2332

OK….perut sudah kenyak, stamina sudah pulih, mari kita lanjut perjalanan ke daerah Caringin Tilu. Dari Oraytapa ke Caringin Tilu jalur menanjaknya sudah mulai berkurang tapi tetap ada, dikombinasi dengan single trek tanah, makadam dan jalan tanah desa yang sudah bisa dilalui kendaraan roda empat.

253098_4105500792816_828920059_n

DSC00037

545269_4130428415991_873213036_n

DSC00038

DSC00036

304421_3595218723168_2085191608_n

Akhirnya kita sampai ke daerah Caringin Tilu, daerah yang sangat indah pemandangannya….

197474_4130438176235_54847746_n

299310_4130433856127_969332004_n

527708_4130436536194_1164502996_n

547035_4130432936104_957650959_n

Dari Caringin Tilu kita lanjut ke Trek Tamiya. Trek ini dibuat oaleh rekan rekan kita dari Club TERJAL. Agak sedikit mengumbar adrenalin di trek ini, karena memang sengaja dibuat dropan dan berm yang menantang tapi tetap aman..

62078_3595177202130_696230290_n

75702_3595172122003_1344196409_n

479923_3595102600265_1090501787_n

292777_3595137641141_96658395_n

282335_3595191362484_1565118796_n

293851_3595168841921_1363667350_n

552203_3595200762719_197636863_n

Akhirnya Perjalanan kita beres, semua trek dilalui dengan baik tanpa ada kendala yang berarti. Semua senang dan semua selamat kembali kerumah masing masing.

SALAM GOWES & GO GREEN

5 jenis sepeda gunung


Ada lima jenis MTB berdasarkan fungsinya, yaitu:

1. Cross country (XC)

1

Dirancang untuk lintas alam ringan hingga sedang. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh dan menanjak di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan.

2. All mountain (AM)

Photo 2560

Dirancang untuk lintas alam berat seperti naik turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan offroad jarak jauh. Keunggulan all mountain ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai. Hampir semua sepeda AM bertipe full-suspension.

3. Freeride (FR)

Photo 3258

Dirancang untuk mampu bertahan menghadapi drop off (lompatan) tinggi dan kondisi ekstrim sejenisnya. Bodinya kuat namun tidak secepat dan selincah all mountain karena bobotnya yang lebih berat. Kurang cocok untuk dipakai jarak jauh.

4. Downhill (DH)

Photo 2141

Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Mampu menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi dan selalu dilengkapi suspensi belakang untuk meredam benturan yang sering terjadi. Sepeda DH tidak mengutamakan kenyaman mengayuh karena hanya dipakai untuk turun gunung.

Sepeda downhill juga lebih mengacu pada lomba, sehingga selain kekuatan, yang menjadi titik tekan dalam perancangannya adalah bagaimana agar dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para downhiller tidak mengayuh sepeda mereka namun diangkut dengan mobil. Tidak efisien dipergunakan di dalam kota maupun di jalur cross country.

5. Dirtjump (DJ)

dirt_jump

Nama lainnya adalah urban MTB. Penggemar jenis ini awalnya adalah anak muda perkotaan yang menggunakan sepeda gunung selain sebagai alat transportasi, ngebut di jalanan kota, juga digunakan untuk melakukan atraksi lompatan tinggi dan ekstrim. Fungsinya mirip BMX namun dengan bentuk yang diperbesar